Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Lucukah?

Lucukah..
Jika sebuah mimpi..
tiba-tiba dikucilkan oleh sekelompok orang
menganggap tamak enteng dirimu
bak sampah terkucilkan..
ditendang kesana kemari tanpa harga

Lucukah..
Jika ku diam tanpa berontak
membuang setiap cengkraman duri mawar hitam
mengobati setiap sudut luka
memulihkan sedikit pilu
lalu tenggelam dalam lautan nestapa
haruskah ku begitu?

Lucukah..
Jika aku membalik mengucilkan?
memandang mereka siapa?
dan memandang siapa diriku?
Ah, sudahlah..
Toh Anjing menggonggong, kafilah berlalu

Lucukah..
jika malam ini, detik ini.. aku bulatkan tekad untuk meraih mimpi berangan mencakar langit? 
untuk keluargaku, untuk sahabatku, untuk orang - orang yang mengenalku..
untuk membuka mata dunia 

akan indahnya nikmat Allah dalam setiap janjiNya..
let the world knows who I am!
Yes, I am a Dreamer!


Nina Juliyanthie
27 Februari 2013 -13:01-
yang berusaha mencuri waktu disela-sela waktu ngampus

Jumat, 24 Juni 2011

Jeritan Hampa

Entah Di mulai darimana awal kisah ini..
Kadang ku mencoba kuat setegar batu karang..
Namun perlahan batu karang itu rapuh..
Oleh deburan teriakan ombak yg menghempas..

Ternyata Aku tak setegar dahulu..

Hati ini mulai berulah..
Sakit..

Perih tak tampak..

Akan duka yang menyiksa jiwa..


Namun semua tertahan tak dapat menyeruak..

Tak ada yang tau, tak ada yang peduli..

Tak ada yang mendengar jeritan hati ini..

Aku terdiam membisu hanya dengan air mata

Kau Tau Apa!
Akan Duka yang menyiksa batin..
Sesak.. Resah..
Lagi Perih!

Cukup Sudah Aku berbual pada dunia!
Aku tak tahan dengan semua dusta!
Dunia ini fana, tuan!

Rasanya aku ingin berteriak!


Namun Tuhan Ada ada saja..

Untuk apa kita saling dipertemukan

Jikalau kau hanya membuatku menderita!

Akan bualan racunmu itu!

Kau Bilang Aku sombong?

Tahu apa kau akan diriku?

Aku terlalu naif!! Kau pikir begitu??

Maaf Tuan! kau salah besar!


Aku terlihat sombong karena aku tak mau terlihat rapuh!

terutama dihadapanmu, tuan!

Cukup sudah aku berdusta dengan semuanya!

Aku terlalu banyak mengelak realita!

Jika aku adalah debu! Ku berharap angin menyapuku hingga terhapuskan!


Seperti Dongeng

Berharap bisa memiliki akhir yang bahagia
Tapi pada akhirnya aku menyadari

dongeng tidak selalu memiliki akhir yang bahagia


Dan sekarang aku tahu, aku begitu lelah untuk mengikuti alur cerita ini
..
tolong, katakan padaku di mana pintu keluar!!


~Chan Ayarui Nina~
22 Juni 2011 -23:18-
 Puisi karya saya ini juga pernah di muat di web Aneka Remaja

Kamis, 28 April 2011

Tuhan, Aku Ingin Menangis


Ya Allah..
Pikiran ini mulai lelah..
langit serasa mulai menggencet badan ini
Serasa tak ada ruang untukku bernafas
Pertanda Aku mulai patah arang..
Disaat aku memikirkan "Kemanakah kaki ini harus melangkah?"

Ya Allah..
Hambamu yang lemah ini takut
Hambamu ini ingin menangis dihadapan-MU
Hambamu ini tak kuasa
semakin terpuruk di gelombang nestapa
Tersirat dibenakku "Apa yang akan ku lakukan?"

Ya Allah..
Sebuah cita-cita yang selama ini kupendam
Yang tak seorangpun tau akan rencana yang sudah kubuat rapi ini..
Tapi aku tahu, tuhan..
Rencana itu tak akan berjalan mulus sesuai harapan..
karena semua itu bisa berubah bersama berjalannya waktu..
dan hal yg sudah direncanakan terbungkus rapi itupun tak akan menjamin menjadi sebuah kenyataan yang diharapkan nantinya

Ya Allah..
Cita-cita itu sudah ku niatkan sejak kecil
Cita-cita seorang bocah yang tak tahu apa-apa
Cita-cita yang terpendam sampai hamba dewasa kini
Ingin meraih Impian itu ya Allah..
Tak Kuasa rasanya hambamu ini untuk meraihnya..

Ya Allah..
Cita-Cita itu adalah..
Aku ingin memberangkatkan orangtuaku naik haji..
Ya Allah.. bisakah aku meraih impian itu?
Ya Allah.. Hamba sadar..
Kemampuanku standar.. aku takut akan masa depanku ya allah..
semua tak bisa menjamin apa-apa..
Disaat itu hamba berpikir "Bisakah aku mewujudkannya?"

Ya Allah..
Terkadang Hambamu ini putus asa
Selalu pesimis..
Selalu kujauhkan pikiran itu
Tetapi Hamba tak mampu..
Aku tak Bisa..

Sudah terlalu banyak kekecewaan yang ku perbuat terhadap mereka
Dimana Kebahagiaan orangtuaku?
Mau jadi apa kau, CHAN AYARUI NINA??
Jadilah orang sukses!! berusahalah!
Dirimu ini selalu menyemangatimu..
Tetapi tetap tak bisa.. siapakah pemilik hati ini?

Ya Allah..
Jiwa ini mulai rapuh..
Ya Allah..
Aku terlahir didunia ini untuk apa?
Ya Allah..
Aku ingin membahagiakan orangtuaku
Aku tak ingin menjadi beban pikiran mereka..

Ya Allah, Aku Ingin Menangis

-Chan Ayarui Nina-
28 April 2011 -19:20 WITA-

Jumat, 28 Januari 2011

Your Dream..


Aku hanyalah aku seorang gadis pemimpi..
Andai - andaiku bukanlah sekedar mimpi
dan Bukanlah sekedar ingatan sampah berlalu
terbang ditiup angin, hilang berlalu..
yang terhapuskan oleh debu..

Aku hanyalah diriku sang gadis perandai..
Pikiranku sesungguhnya adalah kekuatanku
Tindakanku adalah penentu masa depanku
Aku takkan pernah hancur walau ombak menerjangku
dan aku takkan pernah jatuh walau dahanku diterjang oleh angin berlalu

Aku ada karena aku membawa kebahagian bagimu
Aku ada karena aku punya impian untukmu
Aku ada karena aku ingin ada dibagian hidupmu
Dan aku terlahir didunia ini karena Aku adalah Harta yang takkan meninggalkanmu

Aku hanyalah aku Sang Pencari Jati diri
Perjalananku hanyalah sekedar pencarian cita - cita
Dan kesuksesanku hanyalah untuk kebahagiaanmu
Tak ada kata untuk menyerah
Tak ada kata untuk berputus asa
Karena Kegagalanku disebabkan oleh keadaan dimasa laluku..

Dunia memang takkan bisa ku ubah..
Tetapi aku tidak ingin dunia mengubahku..
Karena aku adalah sang gadis pemimpi
Karena aku adalah sang gadis perandai
Dan aku hanyalah aku Sang Pencari Jati diri..

Waktu akan terus berjalan..
Dan Bumi akan terus mengelilingi matahari..
Saat kamu membaca puisi ini..
akan terlihat sama..
Dan tidak akan berubah 5 tahun mendatang
Karena kamu tidak melakukan apapun..
Karena Harapan tanpa keyakinan sama dengan kosong..

By : Ayarui Nina
28 January 2011 -16:19-

Senin, 08 November 2010

Dengarkan Isi Hatiku

Dengarkan isi hatiku..
aku selalu menunggumu dari luar sana
apakah kamu sadar?

Dengarkan isi hatiku..
cobalah dengarkan
kau takkan bisa mendengarnya

Karena kau selalu lari..
tak bisakah kau mendengar isi hatiku?
Aku mendengar isi hatimu..
tapi kau tak bisa mendengar isi hatiku

Aku mendengar isi hatimu..
Angin telah membawanya kepadaku
Terdiamku merasa senang sekaligus kecewa
tak adakah sedikit usaha untuk mendengarkan isi hatiku?

Aku mendengar isi hatimu..
Kau hanya bisa melihatku dari kejauhan
Akupun sama sepertimu
Sadarkah kamu?

Kadang aku gelisah
kadang aku ragu
kadang aku minder kepadamu
sadarkah kamu?

Aku ingin perasaanku tersampaikan oleh angin
sama seperti perasaanmu yang telah tersampaikan oleh angin

Jika angin bisa bersaksi
atas apa yang kurasakan..
maukah kau mendengarnya?

Dengarkan isi hatiku..
kau dan aku ragu
kau tidak bisa berusaha karena tindakanku..

aku cuek padamu
bukan berarti aku tak suka padamu

tolong jangan ragu kepadaku
jangan minder kepadaku
justru aku yang minder padamu

dengarkan isi hatiku..
aku sama sepertimu

Aku ragu, Aku gelisah
terus menunggumu
melihatmu dari kejauhan
membuatku bingung

apa yang harus kulakukan dengan perasaanku
menguburnya atau menjaganya

tolong, dengarkan isi hatiku
karena aku telah mendengarkan isi hatimu..

NB : special to my friend and someone in there..
sorry.. puisi ini bnyak kekurangan teman :) masih tahap pembelajaran.. hee

Sabtu, 30 Oktober 2010

Tuhan, Skenario ini terlalu Indah!

Tuhan..
Betapa Indah hidupku hari ini
Perasaanku melayang
terbang bebas layaknya burung menembus cakrawala..

Tuhan..
Hidupku kini penuh akan misteri
memilih diantara jalan hidup yang kutempuh
memilih antara 3 Insan makhluk ciptaanmu

Tuhan..
Skenario kehidupanku hari ini
Episode yang kujalani hari ini
entah sudah berapa puluhan atau ratusan
Mungkin sudah beribu ribu episode aku jalani

Tuhan..
Skenario ini terlalu indah!
sungguh aku terhanyut didalamnya
mungkin sebenarnya kau membuat skenario ini hanya untuk mengujiku
sejauh mana hambamu ini tetap konsisten pada janjiku padaMU

Tuhan..
satu hal yang sulit kulupakan dari skenario terindahmu adalah
saat kau menghadirkannya dalam hidupku untuk ada
satu hal yang sulit kulepaskan dari skenarioMU adalah
saat dia memperhatikanku dari kejauhan untuk lebih mengenal diriku

Tuhan..
Aku telah memintaMU untuk menjauhkan dirinya dari diriku
Aku tidak pernah merasa menyesal karena cintanya hadir di hidupku
Sekarang aku tidak perlu menyesal

walau skenario terindahku itu telah hilang
cinta yang hanya sesaat
tapi, cinta tuhan kepada makhluknya tidak akan berhenti

Tuhan yang maha Adil
Tuhan sang maha pencipta langit dan bumi
Tuhan yang satu

Hanya Allah SWT :)

NB : I'm very Sorry.. masih amatiran :p
^w^

Minggu, 03 Oktober 2010

Diary untuk Tuhan

Tuhan...
Mengapa kau ciptakan Dunia ini penuh kepalsuan?

Tuhan...
Aku lelah dalam perjalanan ini
Apakah benar bumi itu bulat?
Mengapa Aku selalu tersesat diplanet ini..

Tuhan...
Kapan aku akan meninggalkan planet ini?
masihkah aku dapat melihat dengan mataku
masihkah aku dapat melihat langit dan bulan beserta isinya

Tuhan...
Ku ukir selembar demi lembar kertas..
Diary untuk tuhan

Takkan berarti diary ini
kelak akan tenggelam bersama kehidupan yang penuh kepalsuan ini..

Tuhan..
Aku terus Mencoba untuk selalu tersenyum pada dunia
Meski sakit aku tak peduli..
Agar orang - orang sekitarku tersenyum bahagia
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan...
ketika aku bersedih, ketika aku bahagia
Hanya engkau yang dapat menjadikanku tentram..
ketika aku ingin lari, jangan biarkan aku pergi
Hanya engkau yang dapat memberiku kekuatan untuk menjadi dewasa

Sabtu, 29 Mei 2010

Kertas Putih

Semua menjadi beban pikiranku
Semua menjadi aneh dibenakku
sejak hari itu, aku menyadari
bahwa ada sesuatu yang tak beres dibalik semua ini

kulihat kertas putih berisikan nama
tak sedikitpun aku merasa gembira, tertawa lepas, menangis bahagia
melainkan sedih, kecewa, malu yang aku rasakan

Tak percaya, aku pandangi kertas putih itu dilayar laptopku
tertera namaku dengan keterangan "LULUS"
kupandangi, semakin lama aku merenung
kekecewaanku pada seseorang
membuatku sedih amat mendalam

Pagi ini, kulihat mereka berbondong-bondong melihat kertas putih itu
ada yang berusaha menutupi kesedihan & kekecewaan mereka
ada yang tertawa lepas sambil berteriak, "AKU LULUS!!"
tak tahan aku melihat situasi seperti ini
jikalau membuatku bersedih

kulihat teman-temanku yang gagal
sebenarnya, aku adalah salah satu dari mereka
tempatku berada disana, aku tahu itu
kertas putih itu membuatku sedih
kertas putih itu telah membohongiku

apabila kupandang, ia begitu menyakitikan
aku tahu apa yang seharusnya terjadi padaku
keterangan "LULUS" itu bukan untukku
melainkan untuk orang lain yang lebih pantas dariku

Oh tuhan, aku ingin kau menunjukkan yang sebenarnya
tempat dimana aku berada
aku tahu itu semua hanya kepalsuan belaka
kertas itu membohongiku
tak sedikitpun aku merasa senang melihatmu

mengapa harus ada orang campur tangan disini
untuk apa? aku hanya ingin bermain jujur
tak pernah aku meminta agar aku diluluskan

aku tak mau diistimewakan
aku ingin disamakan
sekarang, aku bingung..
aku lulus karena usahaku atau karena campur tangan orang lain?

sungguh aku sangat malu pada diriku
tak kuat hati & pikiranku melihat kertas putih itu
sudah kuputuskan..
aku akan mengundurkan diri
untuk mengakhiri ini semua, yang seharusnya tak kudapatkan..

[referensi : puisi ini terinspirasi oleh seorang sahabat yang kutuang dalam bait puisi]
By :
-Nina Andriyana Julianthie-
-29 Mei 2010-
(01:20 AM/WITA)